"Jadikanlah Negeri Kami Negeri Beragama Tempat Istirehat Orang-Orang Miskin Dan Memerlukan"
Wasiat al-Banna ke-3, berusahalah berbahasa Arab dengan fasih
Asy-Syahid Imam Hasan al-Banna dalam wasiatnya yang ketiga meminta kita dapat mempelajari dan berusaha keras memahami bahasa Arab. Kenapakah pentingnya umat Islam memahami bahasa Arab dengan fasih itu?
Berikut, kami paparkan kepentingan bahasa Arab sebagai yang disebutkan dalam al-Quran.
012 � Yusuf [1] Alif, Laam, Raa'. Ini ialah ayat-ayat Kitab Al-Quran yang menyatakan kebenaran. [2] Sesungguhnya Kami menurunkan kitab itu sebagai Quran yang dibaca dengan bahasa Arab, supaya kamu (menggunakan akal untuk) memahaminya.
Ar-Ra�du [37] Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Quran sebagai hukum dalam bahasa Arab. Dan demi sesungguhnya, jika engkau (wahai Muhammad) menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya kepadamu wahyu pengetahuan (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau peroleh dari Allah sesuatupun yang dapat mengawal dan memberi perlindungan kepadamu (dari perkara-perkara yang tidak diingini).
An-Nahl [103] Dan demi sesungguhnya Kami mengetahui, bahawa mereka yang musyrik itu berkata: " Sebenarnya dia diajar oleh seorang manusia". (Padahal) bahasa orang yang mereka sandarkan tuduhan kepadanya itu ialah bahasa asing, sedang Al- Quran ini berbahasa Arab yang fasih nyata.
Taha [113] Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al-Quran sebagai bacaan dalam bahasa Arab, dan kami telah terangkan di dalamnya berbagai-bagai amaran supaya mereka (umat manusia seluruhnya) bertaqwa, atau mereka mendapat daripadanya sesuatu peringatan dari faedah mereka.
Asy-Syu'araa' [195] (Ia diturunkan) dengan bahasa Arab yang fasih serta terang nyata.
Az-Zumar [27] Dan demi sesungguhnya! Kami telah mengemukakan kepada umat manusia berbagai misal perbandingan dalam Al-Quran ini, supaya mereka mengambil peringatan dan pelajaran. [28] laitu Al-Quran yang berbahasa Arab, yang tidak mengandungi sebarang keterangan yang terpesong; supaya mereka bertaqwa.
Fussilat [1] Haa, Miim [2] Turunnya Kitab ini dari Allah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. [3] Sebuah Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya satu persatu; iaitu Al-Quran yang diturunkan dalam bahasa Arab bagi faedah orang-orang yang mengambil tahu dan memahami kandungannya.
Asy-Syuura [7] Dan sebagaimana Kami tetapkan engkau hanya penyampai, Kami wahyukan kepadamu Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya engkau memberi peringatan dan amaran kepada (penduduk) "Ummul-Qura" dan sekalian penduduk dunia di sekelilingnya, serta memberi peringatan dan amaran mengenai hari perhimpunan (hari kiamat) - yang tidak ada syak tentang masa datangnya; (pada hari itu) sepuak masuk Syurga dan sepuak lagi masuk neraka.
Az-Zukhruf [1] Haa, Miim. [2] Demi Kitab Al-Quran yang menyatakan kebenaran. [3] Sesungguhnya Kami jadikan Kitab itu sebagai Quran yang diturunkan dengan bahasa Arab, supaya kamu (menggunakan akal) memahaminya.
Al-Ahqaaf [12] (Bagaimana mereka tergamak mengatakan Al-Quran ini rekaan dusta yang telah lama?) Pada hal telah ada sebelumnya Kitab Nabi Musa yang menjadi ikutan dan rahmat (kepada umatnya); dan Al-Quran pula sebuah Kitab - yang mengesahkan kebenaran (kitab-kitab yang telah lalu), - diturunkan dalam bahasa Arab untuk memberi amaran kepada orang-orang yang zalim, dan berita gembira bagi orangorang yang berbuat kebaikan.
Yusuf [1] Alif, Laam, Raa'. Ini ialah ayat-ayat Kitab Al-Quran yang menyatakan kebenaran. [2] Sesungguhnya Kami menurunkan kitab itu sebagai Quran yang dibaca dengan bahasa Arab, supaya kamu (menggunakan akal untuk) memahaminya.
15 PINTU SYAITAN
15 pintu syaitan yang ada didalam diri kita
- pintu marah
- cinta dunia
- kebodohan (keengganan menghadiri majlis ilmu)
- panjang angan-angan
- rakus
- bakhil
- suka pada pujian
- riak
- ujub (merasa kagum)
- takut dan gelisah
- buruk sangka
- memandang rendah pada orang lain
- merasa suka pada dosa
- merasa aman daripada pembalasan “ALLAH”
- putus asa daripada rahmat “ALLAH”15 Senjata Menghalang Syaitan
- Membaca Bismillah (menjadi kunci pada perbuatan baik)
- Banyakkan bezikir
- Banyakan Beristigfar
- Baca “la i’ la ha illa anta subha naka inni kuntu minaz zoli min”
- Jangan tidur berseorangan
- Baca doa pagi dan petang
- Bersugi
- Melaksanakan solat jemaah
- Berwudhuk sebelum tidur
- menutup aurat
- Membaca doa masuk tandas.
- Banyak berselawat pada hati
- Bertaubat, beristighfar
- Banyakan baca Al-Quran
- Membaca surah Yassin setiap pagiRumah yang Tidak Dimasuki syaitan
- Rumah yang bersih
- Penghuni membaca “Bismillah” ketika memasuki rumah
- Sentiasa berzikir (ahli rumah menegakkan solat)
- Penghuninya jujur dan memenuhi janji
- Penghuninya memakan makanan yang halal (dan cara mendapatkannya halal)
- Penghuninya mengekalkan silaturahim (sentiasa mesra)
- Rumah yang penghuninya berbakti kepada Ibu Bapa
The City
Even though it was terrific to be born in an age where comic-fiction, robots and even shiny white spaceships were coming true, it was odd how the human spirit still seemed as deep and mysterious as the vastly uncharted universe itself – and equally as borderless. So, setting out with great hope to find the secret source of happiness and success, I began my journey to the centre of the unknown. There were certainly lots of puzzles to solve. Like a lot of kids, I had many questions that could not be easily answered. Looking enquiringly around at this wild new world into which I had landed, the road of life was obviously not without certain pitfalls and dangers; the Second World War had just ended and millions of people had been killed - but for what? Sometimes, staring out of the window into the vastness of the deep black night I would wonder, 'Where does the sky end?' The thought of death frightened me. 'What came afterwards?' My mind could not penetrate beyond the veil of darkness. Was I alone? |
|
| BLACKNESS OF THE NIGHT |
|
| (William Shakespeare) |
Like galaxies, bright and sparkling with life, for me, it was like that being born at the heart of London’s Theatre district, the West End, a sort of ‘fantasy land’ full of coffee bars, shops, theatres and cinemas. Observing the world was like looking through a store window, glittering with stardust. At one end of my road stood Piccadilly’s Eros, a symbol of that whirling, colourful scene of vibrant activity. Opportunities were all around me. Perhaps, like most new-borns starting out in life, I felt I was the centre of the universe. But there were serious problems facing me. My identity was still rather unclear: my Father was from Cyprus, my Mother was from Sweden, and our dominant culture at home was British. To add to that, my mother was originally from a Baptist background, my Father was Greek Orthodox, and I went to a local Roman Catholic School in Drury Lane. So I was forced very early on to be open-minded. I remember looking at the choices given to me. Religion was constantly making me feel guilty, warning me about immorality and dangers of this fleshly life. These were represented in clear pictorial terms by the Devil, depicted with two horns; the temptation of Adam and Eve and the forbidden fruit; and Jesus suffering on the Cross, representing the key to salvation. But balancing those kinds of fearful images with the zappy, fun-filled entertainment that was taking place outside the doors of the Church, well…the centre of the universe for me was not in Religion - it was probably closer to the city streets and arcades. |
|
| LOVELY CITY (WHEN DO YOU LAUGH?) |
My father was a hard-working man; at the end of every day, he would stand at the café’s old baroque till, counting the pounds, pennies and halfpennies. He taught us the value of having enough food on the table and discouraged waste. Dad had come a long way from his native village, Tala, situated on a hill overlooking the ancient coastal city of Paphos in Southern Cyprus. He grew up in a household where even a pair of shoes was considered a luxury, but my father was never ashamed of his humble background. 'Money doesn't grow on trees!' he never tired of reminding us. Dad gave me a job in the Restaurant after school as a waiter, so I learnt to earn my pocket money from the tips given by customers. It was also here that I first realised - like my father must have done - that serving the public well can often be highly rewarding. |
|
| MATTHEW & SON |
| Rise above time and space, pass by the world, and be yourself your own world. |
| (Shabistari) |
My best friend, Andy, and I would often play together around the bombed ruins that littered parts of the city, frequently strewn with broken glass, mud and smashed bricks. But our favourite escapade was to go out late evenings and dangerously scale the local buildings, climbing high up onto the rooftops. From those heights we'd gaze at the noisy city below, undeclared secret champions of London's skyline. Everything in this society was geared towards 'making it'. The American image of the good life was projected everywhere: films and television were just flooding in. The emphasis was to be on top: get rich, be young, healthy, wealthy and street-wise. Indeed I was - and roof-wise as well! I wanted to be an artist, a cartoonist. Then I found out that Van Gogh, one of my favourite painters, died poor and earless, and I realised that perhaps this wasn’t quite the life for me. There was a need for something a little bit more instant – a fast track. Suddenly there came the big music boom of Merseyside and the Beatles - British Pop had arrived. Gravity had shifted; it was now in U.K. Suddenly there was a big window of opportunity for us youngsters. So I picked up a guitar, chose the name Cat Stevens, and started writing. It wasn't long before I had my first couple of hit records; my name and photo was splashed all over the media and I was on the road - at the grand old age of eighteen! |
|
Azan dilaung tepat detik 12 malam di Kelantan
Sambutan tahun baru yang diadakan serentak bagi 1430 Hijriah dan 2009 Masihi dimulakan dengan solat Maghrib dan Isyak berjemaah di Dataran Stadium.
Dan selepas itu paluan gendang oleh pelbagai kaum dimulakan mewakili masyarakat Melayu, Cina dan India.
Agak menarik juga apabila tempat duduk penonton di dalam Stadium Sultan Mohammad Ke-IV diasingkan antara lelaki dan wanita serta keluarga.
Tema sambutan tahun ini iaitu 'Hijrah Dirai,Masehi Dinanti'.
Pengerusi Jawatankuasa Kerajaan Tempatan, Pelancongan dan Kebudayaan, Dato' Takiyuddin Hassan berkata, acara yang dipersembahkan berasas garis panduan yang ditetapkan kerajaan negeri mengikut Enakmen Kawalan Hiburan.
Katanya, penerapan unsur-unsur pendidikan dan hiburan alternatif bertujuan mengajak masyarakat terutama di kalangan muda mudi berhijrah kepada kebaikan.
"Program ini diharapkan menjadi satu pendedahan baru kepada umum agar tidak menjadikan program sambutan tahun baru sebagai tempat menyuburkan maksiat dan gejala tidak sihat.
"Diharap masyarakat akan terdidik dengan lebih baik, bebas dari unsur-unsur mungkar serta menjadi contoh kepada umat sejagat dan generasi akan datang," katanya.
Biar pun hujan lebat membasahi Kota Bharu yang bermula jam 7.30 malam, namun masih ramai datang menyaksikan program tersebut yang ternyata berlainan berbanding tempat lain.
Turut hadir Menteri Besar, Tuan Guru Dato' Nik Abdul Aziz Nik Mat, Timbalan Menteri Besar, Dato' Ahmad Yakob, Speaker Dun Kelantan, Ustaz Nassruddin Daud dan anggota-anggota Exco, wakil-wakil rakyat serta ketua-ketua jabatan kerajaan.
Tidak ketinggalan juga seramai 500 ahli Kelab Penyokong PAS dari beberapa negeri yang terdiri daripada kaum India hadir meraikan sambutan tersebut.
Program dimeriahkan lagi dengan perarakan 19 ekor kuda yang membawa piala Emas Raja-Raja diiringi 19 kereta klasik, 19 motosikal klasik dan 19 motosikal berkuasa tinggi.
"Angka 19 menggambarkan PAS telah mentadbir Kelantan selama 19 tahun bermula tahun 1990," kata Takiyuddin.
Wakil-wakil kaum iaitu, Cina, India dan Siam turut diberi peluang berucap. Kemudian Tuan Guru Nik Abdul Aziz membaca doa selamat.
Penonton juga dipersembahkan hiburan yang dikendalikan Akill Hayy dan Farah Dibba. Selain itu dikir barat oleh Kumpulan Sri Budi dan Zul Wisma, manakala Rabbani menyampaikan lagu nasyid.
Deklamasi sajak oleh Hadi Muhammad dan adik Afifi turut menyentuh perasaan. Bacaan ikrar oleh sekumpulan remaja dan selawat mega bergema menjelang detik 12 malam.
Dan tepat jam 12 malam azan dilaungkan Akill Hayy dan diakhiri pertunjukkan bunga api.
Sementara itu, Pengerusi Kelab Penyokong PAS Johor, Logeswaran a/l Rahman berkata, beliau bersama rakan-rakan dari Selangor, Pahang, Melaka, Perak dan Pulau Pinang menyambut tahun baru di Kelantan.
"Kami sanggup datang ke Kota Bharu bagi meraikan tahun baru kerana kami beranggapan sambutan tahun baru di sini berlainan berbanding di negeri-negeri lain.
"Di sini kerajaan negeri memberi peluang kaum lain berucap di hadapan ribuan rakyat bagi menyampaikan mesej tahun baru," katanya. - mj _
Petikan-petikan Kata Para Imam Sebagai Pedoman
Imam Malik Bin Annas Rahimahullah:
Jauhilah pendapat orang-orang yang (mengeluarkan pendapat) berdasarkan akal fikiran kecuali jika sudah disepakati oleh para ulama’ (ijma’). Ikutilah al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu oleh Tuhan kamu dan ikutilah Hadis yang telah diturunkan kepadamu oleh Nabi kamu. (Diriwayatkan oleh al-Sya’rani – al-Mizan al-Kubra, jld. 1, ms. 188)
Aku hanya manusia biasa yang mana pendapat aku mungkin benar dan mungkin salah. Maka telitilah pendapat yang aku kemukakan. Semua pendapat yang selaras dengan al-Qur’an dan al-Sunnah maka ambillah ia manakala yang tidak selaras dengan al-Qur’an dan al-Sunnah, tinggalkanlah. (Kata-kata oleh Malik Bin anas Rahimahullah, Riwayat Ibn ‘Abd al-Barr di dalam Jami’ Bayan al-Ilm, jld. 2, ms. 32)
Imam Abu Hanifah rahimahullah:
Saya mengambil (hukum agama) dari kitab Allah (al-Qur'an); Apa yang saya tidak temui dalamnya, maka saya ambil dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika saya tidak temui dalam kitab Allah atau sunnah Rasulullah, nescaya saya ambil pula pendapat sahabat-sahabatnya. (Diriwayatkan oleh al-Khatib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, jld. 13, ms. 368)
Apabila aku mengeluarkan sesuatu pendapat yang bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Sunnah, maka tinggalkanlah pendapat aku itu. (Kata-kata oleh Abu Hanifah, Riwayat Salih al-Fulani di dalam Iqaz al-Himam, ms. 50.)
Imam as-Syafi’e rahimahullah:
Setiap hadis yang sah daripada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah juga merupakan ajaran aku walaupun engkau tidak pernah mendengarnya daripada aku sebelum ini. (Diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim di dalam al-Adab, ms. 93-94)
Dalam setiap permasalahan, apabila seseorang ahli hadis itu menjumpai sebuah riwayat yang sahih daripada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan riwayat itu pula bertentangan dengan ajaran aku maka aku menarik kembali ajaran aku yang asal tadi sama ada pada ketika aku masih hidup atau apabila aku sudah meninggal dunia nanti. (Kata-kata oleh as-Syafi’e Rahimahullah, Riwayat Ibn al-Qayyim di dalam I’lam al Muwaqqi‘in, jld. 2, ms. 363)
Apabila sesuatu hadis itu sahih maka itulah mazhab (peganganku) aku. (Diriwayatkan oleh Ibn ‘Abidin (1203H/1789M) di dalam al-Hasyiyah, jld. 1, ms. 63 dan Ibn al-Syuhnah di dalam Syarh al-Bidayah. Dari al-Syafi‘e, diriwayatkan al-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab, jld. 1, ms. 163 dan oleh al-Sya’rani di dalam al-Mizan, jld. 1, ms. 57)
Apabila kamu dapati di dalam kitab-ku sesuatu yang bertentangan dengan hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka berpeganglah kepada Hadis tersebut dan tinggalkanlah apa yang telah aku katakan itu (atau tuliskan). (Kata-kata oleh as-Syafi’e Rahimahullah, Riwayat al-Khatib al-Baghdadi di dalam al-Ihtijaj bi al-Syafi‘e, jld. 8, ms. 2 dan al-Nawawi di dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab, jld. 1, ms. 63)
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah:
Tidak ada perkataan sesiapapun melainkan boleh diterima perkataannya atau ditolak kecuali perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (Riwayat Abu Daud di dalam Masa’il al-Imam Ahmad, ms. 276)
Sheikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:
Setiap orang boleh diambil dan ditinggalkan perkataannya kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (Rof’ al-Malam ‘an A’immat al-A’lam)
Hudud hanya untuk orang Islam - Presiden PAS
Masyarakat bukan Islam tidak seharusnya berasa bimbang jika hukum Hudud dilaksanakan di negara ini sebaliknya boleh memilih undang-undang yang mereka mahu seperti yang telah tertulis dalam Undang-undang Kanun Jenayah Syariah Kelantan dan Terengganu, katanya.
"PAS tak perlu terangkan (tentang hukum Hudud) kerana undang-undang ini tiada kena mengena dengan orang bukan Islam.
"Pada kita, tidak timbul lagi soal Hudud kerana ia telah diluluskan di DUN (Dewan Undangan Negeri) Kelantan sejak tahun 90-an lagi dan di Terengganu pula telah diwartakan," katanya dalam sidang akhbar selepas merasmikan kempen 'Jom Sertai Pas' di Dataran Shah Alam semalam.
Ditanya sama ada PAS akan membawa usul mengenai pelaksanaan hukum Hudud di Parlimen untuk dibahaskan, beliau berkata belum tiba masanya untuk berbuat demikian.
Abdul Hadi dalam pada itu menyatakan hukum Hudud di negara ini hanya akan dilakukan jika rakyat negara ini berada dalam keadaan yang stabil.
"Masalah pengangguran masih ada lagi dan untuk laksanakan hukum ini kedudukan rakyat Malaysia mesti stabil contohnya daripada segi pendidikan, kehidupan, dan hubungan keluarga juga kena dijaga," katanya yang dipetik daripada agensi berita. - azm _
KJ, Husam dan Hudud
Tetapi hakikatnya hudud itu lebih dari apa yang orang awam tahu. Dan kalau di takwilkan kepada kecenderongan orang awam mencari ilmu, sumber ilmu mereka terbatas.
Apa yang saya ingin utarakan di sini ialah ramai orang masih belum betul2 faham akan hudud itu. Malah mantan PM, Dr Mahathir dulu pernah berkata kalau orang mencuri kena potong tangan, nanti negara tak produktif sebab orang kena potong tangan dah jadi orang cacat. Macamana nak kerja. (Kalau silap sori lah, tapi saya rasa ingatan saya kuat tentang kenyataan Dr M ini). Oleh itu, yang penting ialah memaahamkan orang awam tentang hudud itu sendiri. Kalau sesuatu hukum itu datang dari Allah, kita tak perlu usul baik atau tidak, sesuai atau tidak. Sebab tugas kita sebagai hamba allah ialah menurut arahan Allah. Tak boleh bangkang.
Selagi kita memegang kalimah La ila ha illa llah, maka kita telah menetapkan hanya Allah sahaja Tuhan kita, yang lain adalah makhluk. Kalau yang lain makhluk, apa perlu kita ambil kira pandangan mereka, sedangkan tugas kita ialah untuk menuruti perintah Allah.
Seorang kawan cina pernah mengatakan babi itu sedap, berkhasiat. Saya katakan ustaz saya kata dalam babi tu ada sejenis cacing yang direbus macamana pun dia tak mati. Nanti cacing ini akan memudaratkan pemakannya, sebab itu babi itu haram dalam Islam.
Balas rakan Cina tadi, atuk dia dah berpuluh tahun dok makan babi,ok je . Sihat walafiat lagi! Mana benarnya kata2 ustaz yang babi ada cacing rebus tak mati? Lama saya mencari jawapan kepada persoalan ini hingga akhirnya melalui satu ceramah radio, Allah berikan saya jawapan itu. Sebenarnya bukan persoalan samada babi itu mudarat atau tidak maka kita tidak boleh makan. Tetapi kita tidak boleh makan atau sentuh babi itu adalah kerana kepatuhan kita kepada perintah Allah. Tak kira lah, kalau Lim kata babi itu manyak bagut, tapi saya punya Allah kata jangan, so saya tak ambik itu babi sebab saya patuh pada Allah punya arahan.
Begitu halnya dalam soal hudud. Apa perlu kita ambil kira pamdangan bukan Islam kalau itu ketetapan dari Allah. Kalau alasan untuk jaga kesepakatan dalam Pakatan, soalan cepu mas di sini adakah betul tindakan menyertai Pakatan ini? Perlu kah kita korbankan kepatuhan kepada perintah Allah demi sebuah kesepakatan untk menumbangkan sebuah kerajaan, walhal kerajaan yang hendak ditumbangkan itu, akar umbi kepercayaannya adalah sama?
Apa pun polemik yang mungkin timbul di sini, saya tetap percaya persoalan utama di sini ialah kefahaman tentang hudud itu sendiri. Apabila kita faham, kita akan kenal. Bila kita kenal, kita akan cinta. Bila sudah cinta, kita akan terima. Jadi, sebenarnya kita masih tidak faham dengan sebenarnya apa itu hudud maka kita berbalah kenapa tak buat hudud.
Jadi, tempelak Khairy kepada Husam itu sebenarnya berbalik ke muka sendiri juga. Husam pun kena, Khairy pun kena. Usah peduli tentang Lim Kit Siang sebab dalam Quran pun ada cakap"
Tidak ada paksaan dalam Agama, telah nyata petunjuk dari kesesatan maka barangsiapa mengkufuri taghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia memegang tali yang kukuh yang tidak akan putus, dan Allah itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah Pelindung (mengasihi) orang yang beriman; mengeluarkan mereka darikegelapan (kekafiran) kepada cahaya 0iman). Dan orang yang kafir, pelindung2nya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
-
PAS perlu firm dengan perjuangannya untuk menegakkan Islam di bumi Malaysia ini. Kompromi dengan mengambil kira pandangan rakan bukan Islam hingga menganak tirikan perintah Allah adalah satu langkah politik yang tersasar dari politik Islam. Seolah2 rakan bukan Islam itu lebih besar dari Allah. Maka di mana kalimah La Ila Ha Illa LLah yang kita pegang? Dan UMNO lagi teruk sebab terang2 tolak hudud. Betul kah UMNO tolak hudud? Sila jawab Sdr Khairy.